Senin, 28 November 2022, WIB
Lintas Berita

Selasa, 14 Jan 2020, 16:28:31 WIB, 851 View HMSSBY, Kategori : Humas

Kota Surabaya (inmas) – Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Dinas Sosial Kota Surabaya bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya menyelenggarakan seleksi dan pembinaan sekitar 70 orang Hafidz – Hafidzah Kota Surabaya calon penerima Jasa Pelayanan tahun 2020 pada Selasa (14/1).

Menurut Kasi Keagamaan Dinsos Kota Surabaya, Sunarko kegiatan ini merupakan bagian dari proses seleksi untuk perekrutan dan penyegaran Hafidz – Hafidzah tahun 2020, calon penerima Jasa Pelayanan sebagaimana Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Walikota Surabaya Nomor 76 Tahun 2015 Tentang Pemberian Biaya Jasa Pelayanan Bagi Warga Pelayan Masyarakat Di Kota Surabaya.

“Guna memberikan apresiasi bagi warga pelayan masyarakat di Kota Surabaya serta untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Maka, bagi peserta yang lolos nantinya Pemerintah Kota Surabaya memberikan biaya jasa pelayanan bagi warga pelayan masyarakat Kota Surabaya dalam hal ini Penghafal Al-Qur’an” paparnya.

Sunarko menambahkan, Jika tahun 2019 kemarin baru sekitar 62 orang Hafidz - Hafidzah, tahun 2020 ada tambahan 100 orang sehingga total 162 orang.

“Hari ini seleksi gelombang 1 dan akan ada seleksi gelombang selanjutnya sampai terpenuhi semua kuota.”katanya.

Sedangkan, Ibnu Sobir dan Hari Santosa, DPRD Komisi D Kota Surabaya yang hadir pada kegiatan itu menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para peserta yang hadir mengikuti seleksi.

“Sebenarnya apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Kota ini belum seberapa dibandingkan pahala yang diberikan oleh Allah SWT kepada hafidz-hafidzah, kami dari dewan selalu berusaha ada perhatian dari pemerintah dan Alhamdulillah tahun 2020 ini ada peningkatan 100 orang dari 62 menjadi total 162 orang hafidz – hafidzah” kata Ibnu Sobir.

Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Husnul Maram dalam sambutan pembukaannya menyampaikan tentang perjuangan suksesnya program kegiatan : 1). Perjuangan regulasi, perjuangan dengan maksimal sampai terkabulkan. 2). Perjuangan program dan kegiatan 3).Perjuangan Kesetaraan anggaran sesuai kondisi.

“Kita ingin di Surabaya ada lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), karena dari sini merupakan diantara pintu untuk keluarnya anggaran APBD, semoga segera terbentuk” ungkapnya

Maram juga berpesan, bagi hafidz – hafidzah yang lolos seleksi dan ditetapkan, harus ada kegiatan yang nyata dan tertib dalam pelaporan administrasi sebagai bentuk pertanggungjawaban. Semoga ada peningkatan anggaran. (dk)



KEPALA KANTOR KEMENAG KOTA SURABAYA MEMBUKA RAPAT KERJA KEPALA MI SE-KOTA SURABAYA
Sabtu, 26 Nov 2022, 18:22:55 WIB, Dibaca : 91 Kali
Peresmian Ruang Pengawas Kemenag Kota Surabaya
Selasa, 22 Nov 2022, 10:43:57 WIB, Dibaca : 36 Kali
Bimbingan teknis pembuatan LPJ BOP dan insentif ustadz/ustadzah pondok pesantren, MDT dan TPQ.
Kamis, 17 Nov 2022, 10:08:05 WIB, Dibaca : 44 Kali

Tuliskan Komentar