Rabu, 29 Juni 2022, WIB
Lintas Berita

Kamis, 17 Jun 2021, 15:54:30 WIB, 1482 View HMSSBY, Kategori : Humas

Kota Surabaya (Inmas), Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Ekstremisme, radikalisme, ujaran kebencian (hate speech), hingga retaknya hubungan antarumat beragama, merupakan problem yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Oleh karena pentingnya Moderasi beragama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Husnul Maram setelah mengikuti pelatihan fasilitator moderasi beragama angkatan IV melaksanakan diseminasi pada selasa (15/6/2021).

Dikarenakan pandemi Covid – 19, kegiatan diikuti terbatas 30 orang peserta yang terdiri dari Kasubag TU, Kasi dan penyelenggara, Ortala KUB, Perencana Sekjen, Kepala MAN, MTs N 1, MTs N 2, MTs N 3, MTs N 4, MIN 1 dan MIN 2, Pengawas RA / MI, Pengawas MTs / MA, Pengawas PAI, Perwakilan Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam, Pengawas / Penyuluh Agama Kristen, Katolik , Budha, Hindu dan Konghucu.

Dalam pengantarnya, Husnul Maram menyampaikan kepada seluruh peserta, agar setelah mengikuti kegiatan untuk segera disampaikan ke JFU / tim /anggota / rekan kerja / binaan dan orang - orang disekitarnya. Sehingga banyak orang yang tercerahkan.

Banyak hal yang dipaparkan oleh Maram, diantaranya tentang sikap.

“Keberhasilan ditentukan dari sikap. Tanpa sikap yang benar pasti akan selalu muncul masalah yang seharusnya tidak menjadi masalah, karena masalah muncul bukan karena masalah itu, tetapi masalah muncul karena sikap kita dalam melihat, dan mensikapi masalah itulah yang menjadi masalah yang sebenarnya” katanya

Demikian juga tentang hubungan agama dan negara

“Indonesia bukan teokrasi (negara berdasarkan agama), dan bukan sekular (menempatkan agama hanya urusan pribadi). Indonesia adalah Negara Pancasila yang mengambil nilai-nilai agama dan memfasilitasi kehidupan beragama” ucapnya

Ketika membahas moderasi beragama, fokus pada moderasi

“Moderasi beragama bukan memoderasi ajaran agama, tetapi memoderasi pemahaman dan pengamalan umat beragama dari sikap ekstrem. Selalu mengambil posisi di tengah-tengah, selalu bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama” ujarnya

Dalam komitmen Kebangsaan, semua harus menerima terhadap prinsip-prinsip berbangsa diantaranya : Pancasilan, NKRI, UUD 45 dan Bhinneka tunggal ika.

Begitupun dalam membahas toleransi

“toleransi menunjuk pada adanya suatu kerelaan untuk menerima kenyataan adanya orang lain yang berbeda. Yakni, agree to disagree (setuju dalam perbedaan) disertai dengan sikap respect (hormat), acceptance (penerimaan) orang yang berbeda, serta kemampuan berpikir positif dan percaya terhadap orang yang berbeda” Kata maram

Sedangkan Nirkekerasan adalah sekumpulan pandangan, sikap, dan aksi yang ditujukan untuk mengajak orang di pihak lain, agar mengubah pendapat, pandangan, dan aksi mereka dengan menggunakan cara-cara damai untuk mencapai hasil yang damai.

Begitu juga dalam membahas budaya dan agama

“Budaya (tradisi) sebagaimana agama, diwariskan dari generasi ke generasi karena dipandang memiliki nilai-nilai positif. Agama dan budaya secara bersamaan berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Budaya dan agama perlu saling menguatkan, jangan sampai budaya dibenturkan dengan agama. Kebaikanan tidak hanya datang dari agama, tapi juga bisa digali dari budaya. Orang-orang yang moderat memiliki kecenderungan lebih ramah dalam penerimaan tradisi dan budaya lokal dalam perilaku keagamaannya” kata maram.

Terakhir mengutip kata imam syafi, Mencintai agama adalah wujud ketaatan beragama, mencintai negara adalah bentuk kesadaran berbangsa. Pancasila memberikan landasan untuk mencintai keduanya.

Setelah pemaparan materi, secara luring. Sehabis istirahat kegiatan dilanjutkan secara daring dengan narasumber dari pusdiklat pusat. Banyak hal yang disampaikan dan disharingkan antara narasumber dan peserta. (dk)



Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka MGMP MTsN 3 Kota Surabaya
Senin, 20 Jun 2022, 11:34:23 WIB, Dibaca : 36 Kali
Kemenag Kota Surabaya mengadakan seleksi pengafal kitab suci untuk PPDB SMP
Kamis, 09 Jun 2022, 12:51:02 WIB, Dibaca : 39 Kali
Sosialisasi EMIS dan SIAGA bagi pengawas PAI dan GPAI SD, SMP dan SMA se Kota Surabaya.
Rabu, 08 Jun 2022, 10:21:32 WIB, Dibaca : 56 Kali

Tuliskan Komentar