Senin, 28 November 2022, WIB
Lintas Berita

Jumat, 19 Nov 2021, 14:47:01 WIB, 326 View HMSSBY, Kategori : Humas

Kota Surabaya (Inmas), Tahun 2021 Kementerian Agama memiliki 7 Kebijakan Prioritas, yaitu Penguatan Moderasi Beragama, Transformasi Digital, Revitalisasi KUA, Cyber Islamic University, Kemandirian Pesantren, Religiousity Index dan Tahun Toleransi. 7 kebijakan tersebut tentunya perlu dilaksanakan secara sinergi dengan program dan kegiatan yang sudah ditetapkan pada Renstra 2020-2024. Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Moh. Amak Burhanudin dalam rapat Dinas bersama seluruh pejabat di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya pada Rabu (17/11).

Ia menjelaskan moderasi yang dimaksud adalah sebagian masyarakat, khususnya dalam hal keagamaan telah terjebak dalam dua sisi, yakni ekstrem kiri dan kanan atau sisi liberal dan konservatif.

Kedua paham tersebut, apabila tak bisa dipertemukan dalam satu titik akan bergakibat pada masalah – masalah yang akan muncul di kemudian hari. Moderasi ini kemudian muncul dan sebagai suatu ikhtiar untuk menjadikan pemahaman dan perilaku keagamaan berada di tengah -tengah.

“Pemahaman ini (Moderasi keagamaan) saya kita akan menjamin bangsa ini dengan berbagai macam keragamannya, bisa tetap langgeng dan terus bertahan sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia” katanya.

“tugas seluruh ASN Kemenag adalah melayani seluruh umat beragama. ASN Kemenag milik semua golongan dan umat beragama dan semangat moderasi beragama sudah ditanamkan sejak dini pada siswa madrasah dan pondok pesantren” ujar amak

Sedangkan untuk mewujudkan percepatan transformasi layanan publik, Menurut Amak, Kementerian Agama Pusat sedang menyiapkan situation room dan super apps. Situation room digunakan untuk memantau perkembangan dan pergerakan dinamika masyarakat, baik sosial, politik, maupun keagamaan agar Kemenag bisa memberikan respon secara cepat atas apa yang terjadi di masyarakat. Layanan super apps disiapkan untuk menjadi jembatan dari semua aplikasi layanan yang ada di Kementerian Agama.

“Untuk Tranformasi Digital, Kemenag RI sedang menyiapkan situation room dan super apps. Kita tunggu, sebentar lagi akan di launching. Sementara di kita, alhamdulillah sudah mengawali dengan smart PTSA yang membantu efektifitas dan efisiensi dalam pelayanan” ucapnya.

Amak juga menambahkan kebijakan prioritas lainnya.

“Revitalisasi KUA, Alhamdulillah ada beberapa KUA yang sudah memiliki Kantor baru. Sedangkan untuk Kemandirian pesantren dibangun dengan meningkatkan kemampuan pesantren dalam mengembangkan dirinya, PR bagi seksi PDPontren. Banyak program yang bisa dikolaborasikan dengan dinas dan instansi terkait. Demikian pula dengan religiusity index dan pencanangan tahun toleransi. Kita berharap semua pihak memahami proses pendirian rumah ibadah sesuai dengan aturan,” pungkasnya.

Dalam rapat hari ini, selain pemaparan materi dari seluruh kasi dan penyelenggara juga dipaparkan tentang Absensi digital, Arsip digital dan majalah digital. (dk)



KEPALA KANTOR KEMENAG KOTA SURABAYA MEMBUKA RAPAT KERJA KEPALA MI SE-KOTA SURABAYA
Sabtu, 26 Nov 2022, 18:22:55 WIB, Dibaca : 91 Kali
Peresmian Ruang Pengawas Kemenag Kota Surabaya
Selasa, 22 Nov 2022, 10:43:57 WIB, Dibaca : 36 Kali
Bimbingan teknis pembuatan LPJ BOP dan insentif ustadz/ustadzah pondok pesantren, MDT dan TPQ.
Kamis, 17 Nov 2022, 10:08:05 WIB, Dibaca : 44 Kali

Tuliskan Komentar